Jumat, 18 September 2015

Buku Rekam Medis (ICD-10)


STRUKTUR ISI BUKU ICD-10 VOLUME 1, 2, DAN 3
PENDAHULUAN (untuk setiap Pokok Bahasan)
Deskripsi singkat,
International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem (ICD-10) berisi pedoman untuk merekam dan memberi kode penyakit, disertai dengan materi baru yang berupa aspek praktis penggunaan klasifikasi.

Materi tersebut disajikan dalam buku yang terpisah untuk memudahkan penanganan bila diperlukan rujukan pada klasifikasi (volume 1) dan cara penggunaanya, instruksi yang rinci dalam menggunakan indeks alphabet dapat dijumpai pada volume 3
Manfaat
Dengan penguasaan yang baik mahasiswa mampu memahami definisi dan tujuan dari ICD-10, mengetahui alasan penerapan ICD-10 di Indonesia serta mengetahui dasar hukum dari penggunaannya, memahami serta mampu menyebutkan kekhususan dari masing-masing bab ICD-10 beserta kekhususan pada masing-masing volume ICD-10, dan mengetahui bagaimana cara untuk menentukan kode diagnosis dengan cepat dan benar

Learning Outcomes
(LU-5) Memahami jenis dan fungsi klasifikasi dan kodefikasi terutama ICD-10 yang meliputi struktur, cara penggunaan, konversi tanda baca dan tata cara pengkodean secara umum

PENYAJIAN
 Uraian
Klasifikasi penyakit dapat didefinisikan sebagai suatu sistem penggolongan (kategori) di mana kesatuan penyakit disusun berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. ICD mempunyai tujuan untuk mendapatkan rekaman sistemik, melakukan analisa, interpretasi serta membandingkan data morbiditas dan mortalitas dari negara yang berbeda atau antar wilayah dan pada waktu yang berbeda. ICD digunakan untuk menterjemahkan diagnosa penyakit dan masalah kesehatan dari kata-kata menjadi kode alfanumerik yang akan memudahkan penyimpanan, mendapatkan data kembali dan analisa data.
Buku Indeks alfabetis ICD-10 volume 3 dibagi dalam 3 (tiga) seksi yakni:
Seksi 1: Meliput semua istilah diagnoses dan masalah terkait kesehatan yang  dikenal dunia internasional sampai dengan tahun 1989, termasuk penyusunan urut alfabetik neoplasma dalam rincian 5 lajur sesuai sifatnya.Daftar istilah dalam indeks alfabetik adalah sebutan penyakit, atau simtom penyakit atau masalah terkait kesehatan
Seksi 2  :Meliput penyebab luar cedera dan kondisi kesehatan lain yang bukan istilah  diagnosisnya, daftar indeks sebab kecelakaan lalu lintas disusun khusus  berdasarkan jenis korban versus jenis penyebab kecelakaannya.
Model penyebab luar cedera à cari di sebutan model
            terkait, di antaranya:
            Jatuh         à Fall, falling from, falling on dst.
            Terpukul    à Strike, contact with dst.
            Tertembak à perlu sebutan alat penembaknya
            Kecelakaan lalu lintas à cari di Accident (to).
                                    Perhatikan tabel pada Hal. 576
            Gigitan  à Bite
            Causa akibat kebakaran à Burn
Contoh pencarian kode di seksi 2
1.      Tersamber petir                                   No:  X33.-       (Struck by)  
2.      Tenggelam                                           No:  W74.-      (Drawning)
3.      Tersengat listrik                                   No:  W87.-      (Exposure)

Seksi 3 :Meliputi daftar alfabetik nama genericobat dan zat kimia yang berhubungan dengan penyakit dan masalah terkait kesehatan, yang tersusun dalam 5 lajur.
Keracunan (Poisoning)                                               
Accidental   Intensional     Undetermined   Adverse effect                      
                     Self harm         intent          in therapuetic                                                                     use      
à Hal. 627 – 746 Volume 3
            Poisoning untuk keracunan yang dirinci sesuai
            -           kecelakaan
            -           usaha menyakiti atau bunuh diri
            -           belum/tidak dapat ditentukan maksudnya
            -           efek samping obat dalam terapi khusus untuk zat
                        kimia yang digunakan berdasarkan dosis terapi
                        medis
Pada seksi 3 ini daftar obat atau zat kimia berdasarkan nama generiknya.Apabila nama generic obat tidak diketahui, maka dipandu melalui khaziat obat terkait.
Contoh:
            Baygon (ini nama pabrik) tidak muncul di seksi 3.
            àMaka cari melalui insecticide, unspecified bila komposisi tidak diketahui.
Contoh  beberapa  lead-terms :
            -           Obat tidur à Sedative
            -           Obat bius à Anesthetica
            -           Antibiotik à Antibiotic
            -           Obat turun panas à Antipyretic

Tidak ada komentar:

Posting Komentar